18

2769 Kata
18 Bagi undead, genangan darah kuburan adalah keuntungan yang sangat bagu, seperti sebuah kegemilangan yang sangat mewah. Dimana ketika sosok monster Undead bos berada di genangan darah, maka statis yang mereka dapatkan akan berlipat ganda. Jadi aku berpikir untuk melihat sejauh mana Sonya akan bertahan menghadapi monster itu. Lalu beberapa saat ketika aku melihat sosoknya yang berhasil menggunakan sihir angin tahap tiga, dimana dia bisa memanggil tornado, dan juga mengendalikan angin dan kondisi yang ada membuat dia mendapat keuntungan yang sangat bagus. Aku tidak berpikir jika dia akan menggunakan teknik di mana dia mengendalikan angin untuk memanggil tornado yang bisa mengelilingi tubuh Undead lalu setelah itu dia menggunakan api untuk mengambil keuntungan, hingga kibaran api yang semakin membesar menutup Undead hingga oksigen di dalamnya berkurang. Itu adalah trik yang menarik, dan sering digunakan oleh orang-orang yang pernah aku temui sebelumnya, siapa sangka jika Sonya akan menggunakan trik itu di kehidupan ku kali ini. Setelah menyelesaikan itu. Dia menoleh, menatapku sejenak lalu tersenyum miring di sana. "Apa sudah selesai." Aku mengangguk lalu berjalan mendekatinya. "Itu bagus, tapi sayangnya monster yang ku summon malah habis terbakar." Yah itu sangat di sayangkan, tapi aku bisa memaafkannya kali ini. "Apa ada masalah?" Aku menggeleng. "Tidak ada, sebaiknya kamu jaga lingkungan ini. Karena aku masih memiliki pekerjaan yang harus aku selesaikan." Setelah mengatakan itu. Aku bergegas menuju salah satu makanan yang menjadi pintu akses menuju ruang bawah tanah. Lalu setelah sampai, aku bisa melihat batu nisan yang terlihat cukup tua di sana, setelahnya aku mencari titik di mana aku bisa menggunakan batu ajaib yang aku dapatkan sebelumnya untuk membuka pintu rahasia. Setelah mendapat sebuah celah yang ada di belakang batu nisan, aku segera meletakkan batu ajaib di sana, barulah setelah itu aku mengaliri sihir yang membuat pola di sana bekerja, dan tak lama setelahnya pintu rahasianya terbuka. Aku segera melangkah masuk, melihat lokasi yang ada di dalamnya dan setelah itu aku bisa melihat ruangan yang sangat sempit menyambut ku, tidak ada banyak ruang yang bisa membuatku bergerak, jadi jika aku bertemu dengan Monster atau bahkan Undead di tempat ini maka akan sangat sulit untukku bisa menghadapi mereka. Beruntung ketika aku mengitari ruangan ini. Tidak ada tanda-tanda Undead atau monster lain muncul. Aku bisa dengan leluasa melihat lokasi ini dan setelanya aku mendapatkan stone yang aku cari. "Baiklah, stone yang memiliki kemampuan unik sudah aku dapatkan. Jadi mari bekerja." Tak membuang waktu lagi, aku segera menyerap energi yang ada di dalam stone, karena aku tidak ingin membuang waktu terlalu lama di tempat ini. Selain memiliki aroma yang busuk. Tempat ini juga sangat tidak nyaman untuk di tinggali. === Setelah mendapat stone dan menyerap kemampuan yang ada, aku segera keluar dan menghampiri Sonya yang masih berdiri sembari mengawasi tempat sekitar. "Apa semua baik-baik saja?" "Yah, selama itu tidak terlalu lama, tidak ada masalah yang datang." "Itu bagus." Aku sempat berpikir jika akan ada sosok lain yang datang, contohnya saja mantan rekan Sonya dari organisasi gelap, itu akan sedikit merepotkan jika mereka benar-benar datang dan menyebabkan kekacauan. "Baiklah, mari selesaikan pekerjaan kita." Aku menghela napas panjang. Lalu setelah itu aku melihat area sekitar sebelum aku menemukan sesuatu yang menarik. Aku berjalan ke arah kolam tempat Undead bos beregenerasi, lalu aku berdiri di dekat tepi kolam, sejenak aku memperhatikan apa yang ada di sana, aku melambaikan tanganku guna untuk mengaliri sihir yang ada di sana, tak lama setelahnya Summon Undead bersinar, kerangka kurus pendek mulai merangkak keluar. Itu dengan gemetar berdiri di belakangku dengan cara seperti kerangkanya tak berdaya. Aku tersenyum saat melihat keterampilan pembangkit kegelapan berkembang dengan bagus, bahkan aku bisa merasakan jika kemampuan ini akan sangat berguna nantinya. "Apa itu kemampuan baru mu?" Aku mengangguk saat Sonya bertanya, ini adalah perkembangan dari kemampuan pembangkit. Setelah aku menyerap stone kegelapan. Maka aku bisa menguasai skill ini dengan mudah. "Bagus bukan?" "Sedikit mengerikan." Aku tersenyum menanggapinya. Lalu setelahnya aku melihat ke arah bawah di mana sosok Undead berdiri di belakang ku. Hamba Iblis (Dasar) Tingkat: 5 Serangan: 15 ~ 50 Pertahanan: 20 HP: 150 Kerangka kecil itu membungkuk di pinggangnya dan membungkuk ke arahku, tetapi aku dengan jelas melihat kata “sampah” di dahinya. Defense 20, Attack 50, dengan hanya 150 HP? Bisakah itu bertahan? Sepertinya aku harus mengembangkan skill ini jika aku ingin memiliki tentara yang kuat. Aku menggeleng tanpa daya. Pada titik ini sepertinya aku harus berjuang lebih keras lagi. Lalu siapa sangka saat aku masih berpikir sebanyak apa aku tidak beruntung, kesialan malah datang. Segerombol skeleton muncul dengan membawa pedang dan perisai di tangan mereka. Skeleton yang datang dari dalam kuburan memiliki jumlah yang cukup banyak. "Kita kedatangan tamu...." "Bukankah itu bagus, kita bisa jadi tahu. Sejauh mana kemampuan baru mu itu." "Yah, seperti yang kamu harapkan." Aku tersenyum, lalu berbalik dan melihat sekumpulan skeleton yang datang. Sebelum melakukan serangan, aku menggunakan kubangan darah untuk memanggil Undead lainnya datang. Setidaknya aku bisa memanggil 7 Undead secara bersamaan di saat momen ini. Jadi setelah mereka semua berkumpul, aku segera mengangkat tangan dan memerintahkan 7 Undead menyerang skeleton yang datang. Tubuh kegelapan segera menurut dan segera berlari ke arah skeleton, mereka langsung menerjang dan berteriak dengan lolongan gila, salah satu Undead bahkan langsung merebut pedang skeleton dan menyerang dengan senjata barunya itu! trang! Di tengah benturan logam antara monster tulang dan Undead kegelapan yang bertarung, salah satu pedang terlihat terguncang. Lalu Undead mengambil kesempatan untuk melakukan serangan hingga membuat skeleton seketika hancur. Tidak hanya itu, bahkan 7 Undead lainnya mampu membersihkan para skeleton yang ada "Itu bagus." "Benarkah?" "Walau sedikit berisik!" "Tidak masalah, itu lebih baik dari pada tidak sama sekali." Sonya mengedikkan bahunya sejenak. Lalu saat kami berpikir semua sudah selesai, maka aura yang sangat kuat tiba-tiba saja muncul dan membuatku sedikit terkejut. "Masalah..." "Pekerjaan yang merepotkan!" Sonya mendengkus dan merasa perjalanan kali ini sangat melelahkan. Karena ketika para Undead menghabisi skeleton, tiba-tiba saja, Undead lord bangkit dan menghadang kami. "Bukankah sudah saatnya bekerja?" Aku melirik ke arah Sonya, di mana dia hanya memutar bola matanya dengan malas lalu segera mengambil tongkat sihirnya dan menciptakan sebuah pedang dengan sihir angin. "Bekerja dan bekerja! Itulah yang akan selalu aku lakukan!" Setelahnya dia menghempaskan pedang angin tanpa melihat target. The Undead Lord meraung marah saat pedang angin berhasil menusuk tubuhnya. Tapi sayangnya serangan itu tidak berhenti sampai di Sanya, Sonya tidak membiarkan Undead lord mengambil kesempatan dengan menarik pedang angin dari celah tubuhnya. Tepat ketika dia akan mencabut pedang angin, seberkas warna hijau muncul di belakangnya! Pssh! Sonya tersenyum melihat momen itu. Lalu sejenak dia melirik ke arahku dalam diam. Undead pord jatuh dengan keras saat Sonya mengubah pedang angin menjadi sekumpulan belati kecil untuk menyerang Undead lord. Itu adalah serangan yang sangat kuat dan pintar. Aku tersenyum ketika melihatnya, siapa sangka jika Sonya akan berkembang sejauh ini. Bahkan saat dia melawan bos! Dia seolah tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman berharga, dan membiarkan ku ikut campur dalam permainannya. “Mati!” Belati kecil kembali berkumpul bagaikan kelopak bunga yang terbang tertiup angin, terbang dengan bebas dengan bilah tajam yang siap merobek apapun yang mereka lewati. Bahkan hanya dengan satu serangan saja mampu membuat Undead lord tak berkutik dibuatnya. Retak! Pedang itu merobek pertahanan Undead lord. Darah berceceran di mana-mana dan sejumlah besar kerusakan terbentuk di setiap sisi. Aku yang tidak tinggal diam langsung mengerahkan Undead kegelapan untuk mengambil kesempatan yang ada. Sonya menyerang lagi, sementara Undead lord tengah berusaha untuk beregenerasi. Namun sayangnya, Undead lord terkunci dalam perjuangan mematikan, di mana Sonya yang berada di atas angin, dia bahkan bisa memaksa Undead lord ke dalam keadaan setengah mati. Di sisi lain aku hanya bisa memerintahkan Undead bayangan untuk sekedar membantu Sonya. Karena ini pertarungannya, jadi aku tidak akan ikut campur terlalu dalam. Sonya terus melancarkan serangannya tanpa memberikan kesempatan untuk Undead lord napas. Retak! Sonya menyerang lagi, menyayat bos hingga tak bisa bernapas. Sepertinya ini akan menjadi akhir bagi Undead lord saat Sonya benar-benar serius. “Arghhhh…” Undead lord mengeluarkan seluruh isi tenggorokan terakhirnya sebelum mati! Aku tersenyum ketika melihat Sonya berhasil, dia melakukannya dengan sangat baik. Mataku melihat-lihat sementara itu aku memerintahkan para Undead bayangan untuk menjarah barang rampasan menjadi satu. Ada cukup banyak bahan jarahan dan itu bisa menjadi pemasukan yang cukup bagus. "Lumayan...." Pendapatan ini terlepas dari hadiah keberhasilan menyelesaikan misi, dan ini sangat lumayan Lord Undead juga menjatuhkan beberapa barang yang sangat berguna. Pedang panjang yang dipenuhi cahaya berdarah dan jubah jenis jubah berwarna cyan tua. Ini membuat ku berpikir bahwa ini adalah hari keberuntungan ku. Hal yang hebat tentang jubah adalah kenyataan bahwa mereka bisa menutupi identitas ku. Selama aku menginginkannya, Aku benar-benar bisa menyembunyikan indentitas ku dari orang-orang di kerajaan. Dan itu akan sangat menguntungkan keberadaan ku. Tanganku gemetar karena kegirangan saat aku memeriksa statistik equipment. Pertama adalah pedang panjang berwarna merah darah. Ketika statistiknya muncul di depan mata ku, aku hampir berteriak saat melihat apa yang ada! Ini adalah kemungkinan kecil yang jarang didapatkan oleh banyak orang. Sebuah item drop yang sangat-sangat langka. Weeping Fire Blade. Serangan: 25 ~ 40 Kekuatan: +8 Persyaratan Level: 25 Itu memiliki kekuatan serangan yang kuat sebesar 40 dan bonus 8 Kekuatan. Ini benar-benar senjata pembunuh pada tahap level ini. Siapa yang menyangka jika aku akan mendapat senjata sebagus ini hanya dengan membunuh bos monster. Hadiah yang sepadan walau yang melakukan semua itu adalah Sonya. Aku melirik ke arahnya, melihat dia yang tidak peduli dengan apa yang sudah kita dapatkan. Aku segera menyimpan Weeping Fire Blade ke dalam tas ku. Dan mungkin akan aku berikan kepada Osman atau Frey ketika aku kembali nanti. "Sepertinya urusan kita di tempat ini sudah selesai." "Heem, apakah kita akan kembali?" "Sepertinya itu ide yang bagus, akan lebih baik jika kita kembali sekarang. Aku juga sudah cukup lapar sekarang." Sonya hanya mengangguk, dan aku memutuskan untuk kembali. === Di saat tempat. Undead Swordmaster kegelapan menepuk pundak seseorang dengan bangga, kekaguman jelas terlihat di matanya. “Kamu kuat, Nak. Jauh lebih kuat dari semua undead yang baru saja lahir! ” Pria itu mengangguk setuju. Sosok yang terlihat memiliki kekuatan itu jelas menjadi sebuah kebanggaan untuk bangsa mereka. Sosok Undead Swordmaster kemudian mengangkat pedangnya dan mulai berjalan menjauhi sosok itu. "Berlatihlah, akan lebih baik jika kami berlatih dengan sungguh-sungguh dan membantu semua tujuan ku." "Aku tidak akan mengecewakan mu tuan." Pria itu berlutut seketika. "Bangunlah, dan ikuti aku Sekarang." "Baik tuan." Dia berdiri lalu mengikutinya, dia berjalan dengan mata yang terlihat kebingungan, apalagi tempat di mana dia terbangun, itu terlalu suram dan terlihat Sangat aneh untuk di ungkapkan. Mereka segera meninggalkan tempat oti dengan wajah tegang di setiap sisi, hingga ketika mereka sampai di luar. Sesosok makhluk datang dengan mulut penuh darah sambil memegang tombak, terlihat agak babak belur dan lebih buruk untuk keausan saat dia berguling untuk berhenti di depanku. Sosok itu terlihat sangat asing dan tidak bisa dikenali dengan jelas. Apakah seseorang menyerangnya? Tertegun sejenak atas apa yang terjadi, Undead Swordmaster segera menghunus pedangnya dan berlari sambil berteriak, “Apa yang terjadi?” Makhluk itu segera mengertakkan gigi dan bangkit kembali. Dia meminum ramuan kesehatan sebelum berteriak sebagai tanggapan, “Ada sekelompok manusia yang datang dari Kota Es Terapung, mengklaim bahwa mereka akan membersihkan semua Makhluk Malam di Frost Mound. Sial, mereka ada di sini … ” Suara mendesing! Daun di hutan terpisah dan pengguna tombak bergegas keluar. Sederet Manusia dengan pakaian tempur berwarna biru segera keluar, mereka mengepung lokasi dengan serius. Guild Naga Gila! Mata Undead Swordmaster berubah dingin dalam sedetik. Waktu yang tepat. Naga Gila terlalu sombong akhir-akhir ini. Bagaimana sampah seperti mereka memenuhi syarat untuk membersihkan Frost Mound? Meskipun makhluk tadi tidak pernah membuat Maslaah, tapi tetap saja, kesombongan dan keserakahan mereka tidak bisa dihentikan sebelum mereka benar-benar hancur. “Kalian!!” Roaming Dragon meraung marah ketika dia melihat Undead Swordmaster datang sebelum berbalik untuk melihat bawahannya. Dua prajurit menembak dari belakangnya dan menyerang, masing-masing dengan pedang besi kelas umum di tangan. Kemilau mengkilap muncul di pedang panjang mereka. Itu adalah skill Warrior Level 10, Heavy s***h! Ekspresi Undead Swordmaster tenggelam dan dia berusaha untuk menginjak, membuat rumput beterbangan kemana-mana. Sosok dia berubah menjadi bayangan setelah berhasil mengeksekusi penghindaran Z sempurna tidak lebih dari tiga meter jauhnya. Kedua prajurit itu benar-benar mengendus serangan mereka. Mereka saling memandang dengan kaget. “B-bagaimana itu mungkin, ada apa dengan teknik itu?” Krakk! Wushsss! Pedang hijau itu dengan keras menghantam prajurit yang tertegun. Bilahnya bersinar dengan cahaya hitam saat skill kegelapan bersarang di kepala prajurit lain dengan kekuatan penuh. Prajurit di sebelah kiri roboh dengan teriakan. Orang di kanan ingin kabur karena kondisinya tidak memungkinkan, dan lagi mental mereka pasti sudah terpengaruh, tapi sayangnya sekeras apapun mereka berjuang, mereka tidak memiliki kesempatan untuk bertahan. Karena setelah berlari beberapa langkah mereka juga mati setelah Undead Swordmaster melemparkan pedangnya untuk menghabisi mereka. Suara makhluk kegelapan terdengar dari belakang. “Broken Halberd Tenggelam ke Pasir, hati-hati dengan serangan dadakan mereka! Assassin mereka sangat kuat! ” Belum sempat Undead Swordmaster mencerna kalimat itu. Serangan cepat tiba-tiba datang. Swoosh! Sinar tajam datang, itu adalah keahlian tingkat 10 yang dibanggakan dari Assassin — Cold Blade! Tubuhnya seperti bulu yang jatuh saat dia terbang setengah langkah ke kanan dalam sekejap. Kekuatan Cold Blade menghantam udara kosong dengan “pukulan meleset” yang besar saat aku menghindari pukulan itu. “Sial, bagaimana ini mungkin ?!” Pembunuh jagoan Naga Gila, Naga Gila yang pantang menyerah, berteriak kaget tapi dia masih mundur dengan kecepatan tinggi. Dia harus berpengalaman untuk mengetahui bahwa seorang Assassin harus mundur dan mencari kesempatan lain setelah gagal melakukan serangan diam-diam pada seorang lich. Namun, di tahap serangan mendadak yang gagal berarti seluruh strateginya telah runtuh. Tidak mundur berarti kematian. Tepat ketika Undead Swordmaster akan mengejar, dia merasakan lonjakan rasa sakit yang hebat di bahu kanannya. Ketika dia memeriksa, dua buah anak panah menancap tepat di bahunya. Dua pemanah muncul di tepi hutan, Level 17 dan Level 18. Meskipun mereka memegang busur kelas umum, Undead Swordmaster tidak bisa mengabaikan dampak yang diberikan booeh mereka. Full Agility Archer memiliki kecepatan serangan tinggi, jadi empat anak panah lainnya telah dilepaskan dari busur mereka! Tanpa menunggu kesempatan lagi, dua Archer itu langsung menyerang Undead Swordmaster dengan panah hingga kerusakan yang di dapat terus datang. Meskipun memiliki pertahanan yang sangat tinggi, Undead Swordmaster tidak akan tahan menerima serangan beruntun seperti itu. Staminanya terbatas dan dia tidak akan bertahan lebih dari setengah menit jika ini terus berlanjut. Undead Swordmaster mengambil kesempatan, dengan cepat dia berbalik dan berlari menuju ke dalam kamp sebelumnya seperti anak panah terbang. Satu-satunya cara baginys untuk bertahan hidup adalah menunggu kesempatan dan menyusun ulang taktiknya. Siapa yang tahu berapa banyak orang yang dikirim Naga Gila untuk rencana mereka? Mampu menangani tiga orang mungkin adalah batasnya saat ini. Dia melarikan diri, mengejarnya! Roaming Dragon mengayunkan tombaknya dan mulai meningkatkan moral timnya. Kedua pemanah itu segera mengejarnya dengan busur di tangan. ketangkasan relatif cepat dan mereka menyusul dalam waktu singkat. Lebih dari sepuluh meter di depanku, sosok yang baru dibangkitkan berlari sambil terus melihat ke belakang. Dia dengan marah berteriak, “Apa yang harus kita lakukan? Apakah kita akan membiarkan b******n ini menghancurkan tempat kita? ” “Hmph!” Undead Swordmaster meminum ramuan kesehatan, langsung memulihkan lebih dari setengah poin kesehatan nya. Kemudian, dia dengan cepat berbalik dan berlari menuju pemanah paling depan. Dia bisa dengan mudah menyerang dengan Slayer s***h dan mengikutinya dengan serangan dasar! Kraaakkk! WUSHHH! Suara pedangnya yang merobek armor kulit terdengar sangat menenangkan di telinga. Sang pemanah membeku. Dia tidak punya waktu untuk membela diri karena angka kerusakan berturut-turut memantul di atas kepalanya sebelum dia dengan cepat jatuh ke tanah. Undead Swordmaster menyerang menuju pemanah kedua tanpa mengeluarkan suara. Setelah dengan terampil menggeser setengah lingkaran di sekelilingnya, aku menghancurkan dua serangan serangan dasar ke dadanya! Itu adalah kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh. “Bagus!” Meskipun sosok yang baru terbangkitkan terkejut, bahkan sebelum dia membuka mulutnya untuk bertanya, sebuah sebilah belati datang dan merobek udara. Pembunuh itu! Kraaakkk! Kerusakan Cold Blade sangat tinggi. Sosok yang baru terbangkitkan kehilangan setengah kesehatannya tapi dia tanpa ragu menusuk secara horizontal — Flame Thrust! Kekuatan serangannya tidak buruk, terutama terhadap kelas armor kulit. Hanya butuh satu serangan untuk membunuh pembunuh licik itu, tapi kondisi sosok yang baru terbangkitkan tidak akan memungkinkan untuk melakukan itu. Alih-alih menindaklanjuti, dia berlari untuk menghindari kontak langsung.. Undead Swordmaster mengikuti tepat di belakangnya. Roaming Dragon membawa serta 7 Archer, 5 Mage, 3 Priests, 1 Bard, 1 Tactician, dan 2 Wanderers, semuanya anggota Mad Dragon. b******n itu, dia bisa menguasai sudut dunia dengan barisan seperti itu. Setidaknya untuk saat ini, ini bukanlah sesuatu yang sosok itu dan Undead Swordmaster bisa tangani. “sial!!” Roaming Dragon memberi isyarat dengan tangannya, antek-anteknya dengan patuh bergegas mereka semua serempak melakukan serangan secara bersamaan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN