114. Pengakuan yang Menyakitkan

1032 Kata

Entah ada urusan apa, Adi justru berada di rumah sakit ini. Ia tersenyum penuh kemenangan saat ini. Sudah sangat lama, ia ingin menghancurkan Aditya. Kebetulan, Adi bisa mengirimkannya pada Cahaya Grup. "Ka-kamu?!" Aditya tampak sangat marah saat ini melihat kedatangan laki-laki yang merekomendasikan pada Cahaya Grup. "Ya, ini aku. Kamu harus bertanggungjawab atas apa yang kamu lakukan. Jika tes DNA itu cocok, maka anak yang dikandung narapidana itu juga darah daging kamu." Adi tampak santai saat mengatakannya. "Kamu bukan korban, tetapi juga pelaku," lanjutnya membuat Aditya kesulitan menelan salivanya. Pencitraan yang dilakukan oleh Aditya tentu gagal total. Kini semua sudah terbongkar dan harus mengikuti prosedur untuk tes DNA. Aditya kali ini seperti makan buah simalakama. Menghinda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN