"Maaf?" Sashi tidak paham dengan pertanyaan dari sosok wanita yang pernah mencari sang suami--Vania. Vania tersenyum penuh kelicikan saat ini. Ia menggeleng pelan melihat penampilan wanita yang selalu dibanggakan oleh Aditya. Apanya yang istimewa? Penampilan saja seperti pembantu. "Oh, maaf, aku salah orang," jawab Vania lalu duduk di salah satu kursi yang dekat dengan pintu masuk. Sashi dan Venti mencari tempat lesehan yang masih kosong agar bisa meluruskan kaki mereka. Venti memesan dua porsi nasi uduk dan dua gelas teh hangat. Mereka tampak kembali mengobrol. Sashi merasa nyaman bersama dengan Venti yang tampak tulus. Pesanan mereka pun datang. Sashi memakan satu porsi nasi uduk itu dengan lahab. Semalam ia tidak makan karena hatinya sangat kesal. Saat sedang menikmati nasi uduk yan

