24. Teror

1539 Kata

Mata Elang Arusha menatap tajam ke arah Aditya yang kini tampak panik. Entahlah, tatapan itu seolah menggambarkan jika Arusha mengetahui sesuatu perihal kecurangan yang dilakukan suami saudara kembarnya itu. Sashi kali ini tidak berkutik karena wajah Arusha menunjukkan amarah. Ia tidak mau ribut saat hari ulang tahun sang adik meski sudah berakhir dengan hal yang mengerikan. "Apa yang kamu ucapkan memang benar, Ru. Kita hanya bisa menunggu bukti. Atau, bisakah kita mendapatkan semua bukti itu dengan cepat?" Sashi justru membuat suasana semakin menegangkan. Arusha tidak menyangka jika respons Sashi seperti itu. Ia berpikir jika sang adik mengetahui sesuatu. Entah apa itu, tetapi Arusha yakin Sashi tidak bodoh. Aditya semakin terpojok saat ini saat dua saudara kembar itu berkolaborasi. S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN