Drama untuk Mantan

1250 Kata

Akhirnya, aku benar-benar menelepon kutu kupret untuk menyelamatkan harga jiwaku. Ah, biarlah lebay. Kalau tidak berbohong, Dito akan terus melancarkan niatnya. Tahu sendiri, kan, kalau Bu Rossa ngebet banget liat anaknya ka-win? Ya iya, seusiaku memang sudah pantas menikah. Tapi aku masih ingin kerja, apalagi kan baru saja aku merintisnya bersama Dimas. "Hallo, kenapa, Pus?" Suara Dimas di ujung sana terdengar santai. Beda sekali denganku yang merasa gugup. Semoga saja Dito tidak mengetahui kegugupanku ini. Bisa berabe. "Hai, Sayang. Kamu di mana? Aku lagi di dekat kantor kamu, nih. Di taman ...." Aku menoleh ke sana kemari mencari nama taman ini, supaya meyakinkan Dito saja. "Taman Air Mancur," jawab Dito. Aku langsung menoleh ke arahnya. Ya ampun! Dia itu memang super menjengkelk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN