"Hilih, gombal banget. Nggak kangen sama Tissa aja? Hm?" "Untuk apa merindukan masa lalu, bila ada masa depan yang nyata di hadapan aku?" Lagi-lagi Rea tersipu-sipu mendengar ucapan Dito. Terlepas itu jujur atau bukan, yang pasti saat ini Rea sangat bahagia. "Kamu masih belum jawab pertanyaan aku tadi, Re." Ucapan Dito itu membuat Rea kembali tersadar dari lamunannya tentang cowok ganteng di hadapannya itu. "Yang mana?" "Kenapa kamu nggak bales chat aku?" "Dit, kamu ngehargain perasaan pacarku banget, ya. Harusnya kamu tau, aku udah nggak sendiri lagi. Ini kalo dia liat, dia bisa salah paham lho," kata Rea supaya Dito yakin dengan dramanya. "Pacar mana sih yang tega biarin pacarnya sendirian malem-malem keluar rumah? Kok diizinin, sih, pergi sendirian gitu?" tanya Dito. Rea ber

