Ini tentang sebuah pertemuan. Pertemuan antara ibu dan anak. Pertemuan yang terpisahkan. Bagaimana tidak? Belum juga bisa memeluk sang buah hati, tetapi Dito sudah tak bisa diselamatkan lagi. Dokter keluar dengan wajah pasrah dan menyerah. Orang-orang yang tadi menggadaikan doa-doa pun terlihat lemah tak berdaya. "Gimana keadaan anak saya, Dokter?" Umi Khadijah dan Mama Yeni berlari, bertanya hal serupa secara bersamaan. Dimas pun ikut mendekat. Awalnya, dokter berambut putih itu terdekat, tetapi kemudian tak mempermasalahkannya. Dia meminta maaf karena tak bisa berbuat apa-apa lagi. "Pasien ingin bertemu keluarganya." "Mari, Mbak." Mama Yeni langsung menggandeng lengan Umi Khadijah. Biar bagaimanapun, wanita itu adalah ibu kandung Dito. Tentu saja Umi Khadijah tak menolak. Biar le

