Rindu Tak Bertepi

1262 Kata

* Dalam remangnya cahaya kamar, Rea tengah duduk di meja yang penuh buku dan kamera kesayangannya. Jemari lentiknya tengah menarikan pena di atas buku berukuran 20x14 yang menyimpan banyak cerita tentangnya, tentang hidupnya, dan tentang segala perasaan. Buku itu ia miliki sejak SMP. Namun, dia jarang sekali membagikan suasana hatinya dalam buku tersebut. Menginjak SMA, dia mulai sedikit rajin menuliskan isi hati dalam buku tersebut. Lambat laun, minatnya mengekspresikan diri dalam bentuk tulisan memudar, apalagi sejak putus dari Dito. Semua minat seakan-akan mengabur begitu saja. Rea lebih suka beraksi dengan menjepret gambar-gambar indah sesuai maunya. Kini, saat kembali bertemu Dito, rasa itu kembali muncul. Rea mulai menjamah kembali diary berwarna lilac itu. Bahkan, saat ini di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN