33. Kapan Kelar?

1087 Kata

Dany gemas sendiri karena gak sabar nunggu el kapan kelar. "Honey udah gak tahan nih."ucap dany setiap hari sampai pusing el dengernya. "Sabar bisakan."balas el sambil merapihkan bajunya. "Lama."gerutu dany sambil membantu el merapihkan bajunya ke dalam lemari. Hari ini el dan dany sudah pindah menempati apartemen dany. Dapat pindah ke apartemen juga harus usaha mati-matian berdebat dengan Tante chrystal. "Honey mau punya anak berapa?"Dany memeluk pinggang el. "Dua aja."balas el. "Kurang sayang. Gimana kalau enam."Dany menciumi leher el. "Geli ih."El menyingkirkan kepala dany supaya menjauh. Dany emang manja banget sama el. Gak hanya itu, dany juga bersikap posesif. "Oh ya gue pengin kerja."ucap el menghentikan kegiatannya. "Gak usah honey, gue kan udah kerja."tolak dany. "Gu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN