El benar-benar tidak tahu mana yang harus el pilih. Ibunya atau dany. Dany melihat el sendu. Dany juga gak tega melihat seorang ibu terluka sampai menangis pilu. Hati dany ikut terasa sakit walaupun dany tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Sekali lagi el melihat ke arah dany. "Pilihlah ibu loe, beliau yang lebih berhak atas diri loe. Tapi ingat satu hal. Gue cinta banget sama loe."ucap dany menatap el. El langsung berlari memeluk dany. "Gue juga sayang banget sama loe."El menangis sesenggukan di pelukan dany. Dany mengusap rambut el dan mengecup kening el. El rasanya berat melepaskan dany tapi el gak bisa melihat ibunya sedih. Dany pun pergi meninggalkan rumah el dengan perasaan campur aduk. "Gagal boy?"ucap om aidan yang berdiri di samping mobil. "Om."Dany langsung m

