14. Kalut

1159 Kata

Suasana hati dany makin kalut. Dany tadinya berencana untuk kembali pulang karena sakit hati dengan ucapan el, sungguh harga dirinya sebagai laki-laki seolah tergores. Namun dany menahan diri untuk tetap stay di Jogja sampai el sembuh. Dany duduk di angkringan khas Jogja untuk sekedar menghilangkan rasa penatnya dan mengisi perutnya yang lapar. "Permisi mas, numpang ngamen."ucap salah seorang pemuda yang sepertinya tiga tahun lebih tua dari dany sambil membawa gitarnya. Dany melihat ke arah pengamen atau biasa disebut musisi jalanan itu yang akan mulai menyanyikan lagu. Seringkali kau merendahkanku Melihat dengan sebelah matamu Aku bukan siapa-siapa Selalu saja kau anggap ku lemah Merasa hebat dengan yang kau punya Kau sombongkan itu semua Coba kau lihat dirimu dahulu Sebelum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN