8. Mabuk

1482 Kata
Mayang yang hendak menuju kamar el, mengurungkan niatnya karena mendengar keributan antara dany dan el. Saat terdengar orang membuka pintu dengan keras, mayang bersembunyi. Mayang melihat jelas, dany menghapus air matanya saat keluar dari kosan el dan membanting pintu itu dengan kasar. Mayang semakin yakin kalau ada sesuatu di antara mereka berdua. Jika hanya sebatas calon ibu dan anak, tidak mungkin bertengkar sehebat itu. Dany pulang ke rumah dengan pikiran kalut. Dany gak habis pikir, kenapa El begitu merendahkannya. Dany akui semua keburukan yang melekat pada dirinya. Tapi bukankah semua orang bisa berubah??? Namun el tidak memberikan dany kesempatan sedikit pun. "Kenapa sayang?"papah david yang sedang membaca laporan pekerjaan bersama om aidan pun langsung menghentikan kegiatannya saat melihat wajah dany yang kusut dan kacau. "Gak ada pah."jawab dany datar. "Papah gak suka kamu berbohong."tegas papah david. "Please pah, jangan paksa dany. Karena memang tidak ada apa-apa."balas dany berlalu meninggalkan papah david yang belum selesai bicara. "Dany siapa yang menyuruh kamu pergi."triak papah david. Dany berhenti di tengah tangga. Dengan langkah lebar papah david mendekat ke arah dany dan menarik dany untuk duduk di sofa. "David sabar."om aidan mencoba meredam emosi David. Dany mengepalkan jarinya kuat-kuat. "Katakan pada papah. Apa yang kamu sembunyikan."papah david menatap dany tajam. "Tidak ada pah."Dany berusaha menguasai dirinya sendiri. "Baik, kamu tidak mau bicara, papah akan cari tau sendiri."ancam papah david. Dany memilih bungkam karena gak mungkin harus jujur pada papahnya tentang masalahnya bersama el. "Papah akan bertanya pada el karena dia yang terakhir bersamamu."ucap papah david mengambil kunci mobilnya namun dengan cepat dany menghentikannya. "Pah dany mohon. Gak ada apa-apa. Papah baru saja menyetujui hubungan dengan tante el. Apa papah mau memperburuk suasana? Sedangkan masalah dany bukan karena tante el."bohong dany. "Lalu?"papah david minta penjelasan. "Dany hanya sedang gak enak badan, bukan karena sedang ada masalah."jawab dany jujur memang sedang tidak enak badan, lebih gak enak lagi karena patah hati. Papah david mengecek kening dany yang panas. Dany demam karena hujan-hujanan kemarin malam. "Papah akan panggilkan dokter."ucap papah david. "Gak usah pah, Dany hanya butuh istirahat. Nanti juga baik sendiri."tolak dany. "Sudahlah David, biarkan dany istirahat. Kamu jangan terlalu khawatir."timpal om aidan. Papah david pun mengangguk. Setelah mendapat izin dari papahnya, dany segera menuju kamarnya untuk istirahat. Pagi hari papah david sudah rapih, biasanya dany nebeng mobil papahnya kalau pagi dan siang hari sam yang mengantar mobil untuknya ke sekolah. "Dany berangkat ayo."ajak papah david. "Papah duluan aja."Dany masih bergulung dalam selimutnya. "Apa kamu masih sakit?"tanya papah david. "Udah enggak. Cuma dany masih ingin tidur."jawab dany yang sebenarnya belum siap bertemu el. "Baiklah, papah berangkat dulu."pamit papah david. "Ya pah."balas dany. Papah david sebelum ke kantor mampir ke tempat el dulu. El sudah menunggu di tepi jalan. "Ayo masuk."perintah papah david. "Iya tuan."el langsung masuk ke dalam tapi rasanya ada yang kurang. Papah david tau apa yang di pikiran el. "Dany gak masuk sekolah mungkin."ucap papah david. "Kenapa?"tanya el masih merasa bersalah. "Sakit."jawab papah david singkat. "Oh ya? Kemarin kelihatannya sehat?"ujar el. "Dia demam, badannya panas."balas papah david. El hanya mengangguk. Sampai di kantor, Mayang sudah menunggu el karena kepo akut. "Pagi."sapa el. "Akhirnya loe datang juga."ucap mayang. "Memangnya ada apa?"tanya el bingung. "Loe hutang penjelasan sama gue."mayang duduk menghadap el. "Penjelasan apa?"El benar-benar bingung. "Gak usah berlaga bego dech. Gue semalem liat loe sama dany bertengkar hebat. Gue juga sempat liat dany netesin air mata."crocos mayang yang langsung di bekap oleh el, takut ada yang dengar. "Bocor banget sih loe."ketus el. "Habis gue gemes banget sama loe."balas mayang. "Iya tar gue ceritain."ucap el. Mayang memang cerewet tapi dia sangat bisa jaga rahasia. Seharian ini dany tidak muncul di kantor. El merasa sepi jika tidak ada dany tapi jika ada dany, El bawaannya pengen marah-marah terus. Malam hari mayang mengajak el ke club malam. "Loe bisa jelasin, ada apa antara loe dan dany?"tanya mayang yang kali ini pesan private room karena ingin ngobrol dengan el. "Gue sama dany gak ada hubungan apa-apa."jawab el. "Lalu kenapa kalian bertengkar?"mayang menuangkan minuman ke gelas el. "Gue gak minum."tolak el. "Udah coba aja sedikit."mayang menyodorkan gelas itu ke el. El pun menerimanya dan meminumnya ragu-ragu. Satu teguk, dua teguk lama-lama el ketagihan dan langsung meminumnya dari botol. "Hai gue gak nyuruh loe mabok, gue pengen denger cerita loe dan dany."Mayang merebut botol dari el. "Dany nembak gue tapi gue tolak. Gue gak mau pacaran sama berondong. Mending papahnya."balas el. "Bukanya bagus di cintai daripada mencintai. Lagian belum tentu tuan david beneran sama loe."ujar mayang. "Gue gak peduli. Gue sukanya sama itu hot papa."El terkekeh sendiri. Sepertinya el sudah mulai mabuk. "Dany juga cute boy. Dan gue rasa permainan ranjang dany juga hot. "Ucap mayang ngaco. "Dany memang hot kok, gue juga ingin lagi tapi gue takut hamil. Apa lagi gue lagi pdkt sama bapaknya."El bicara mulai tidak terkontrol. Dan mayang langsung terbatuk-batuk. Mendengar ucapan el. Biasanya orang mabuk selalu berkata jujur. "Jadi loe udah gak virgin?"tanya mayang kepo. "Udah enggak, gara-gara tuh bocah sialan."El cemberut. "Astaga el."Mayang menganga lebar tak percaya. "Gue kesel banget sama tuh bocah tapi kalau gue gak liat dia, gue kangen."ujar el. "Gue rasa loe juga suka dany yah?"Mayang menatap el curiga. "Gak. Dia brondong. Orang tua gue gak bakal setuju."balas el manyun. El masih terus minum sampai mabuk berat. "Haduh nih anak ngerepotin."gumam mayang keluar mau mencari bantuan untuk membawa el pulang. Gak mungkin dong, mayang membawa el sendirian. Sedangkan tubuh el lebih tinggi darinya. Mayang melihat ke sekeliling dan pandangannya terhenti pada dany yang sedang merokok. Mayang pun memutuskan untuk meminta bantuan dany. "Hai...."sapa mayang. Dany mengangkat kepalanya dan melihat ke arah mayang. "Gue butuh bantuan loe?"ucap mayang. "Loe temennya tante el kan?"tanya dany. "Iya, sekarang el mabuk berat gue gak bisa nganter pulang."jawab mayang. "Mabuk? bukanya el gak minum?"ujar dany. "Gue tadi nawarin satu gelas malah di embat semua."jelas mayang. "Ya udah, dimana dia sekarang?"Dany menjatuhkan rokoknya dan menginjak sampai mati. "Ikuti gue."Mayang mengajak dany menuju private room yang di pesannya tadi. Dany pun mengikuti mayang. "Dia ada di dalam."ucap mayang membuka pintunya. Mayang dan dany sukses menganga lebar melihat pose el yang sexy. "Owhh shitt....."Dany mengumpat dan matanya terus menatap el memuja. "El astaga."mayang mengambil jaket milik el. "Dany...."El langsung berdiri dan menarik dany kepelukannya. "Maafin gue tentang ucap gue semalam."sambung el semakin memperkuat pelukannya. "Iya gue udah maafin. Ayo gue anterin tante pulang."balas dany. El melepaskan pelukannya dan melihat ke wajah dany. "Ada apa?"tanya dany bingung karena el menatapnya intens. Dan..... Cup..... El mengecup bibir dany, yang awalnya hanya sebuah kecupan lama-lama menjadi ciuman panas. Dany awalnya menahan diri untuk tidak membalas tapi ternyata dany terbuai juga dan mengikuti permainan el. "Hello.....di sini ada manusia loh."kesal mayang. Merasa di abaikan mayang pun mengambil tasnya dan memilih pergi. "Ingat kalau mau bercinta kunci pintunya."ucap mayang berlalu pergi. Setelah mayang pergi, El melepaskan ciumannya dan berjalan menuju pintu lalu menguncinya. Dany melihat tingkah laku el yang aneh. "Ada apa tante, bukanya kita akan pulang?"tanya dany yang udah turn on. El tidak menjawab ucapan dany malah menurunkan lengannya hingga terekspos bagian leher dan bahunya. Kemudian berjalan mendekati dany. "Making love with me."bisik el di telinga dany. Ibarat kucing lapar di tawarin ikan. Tentu saja dany langsung mau dengan senang hati. Biar saja di bilang b******k, memanfaatkan cewek mabuk. Dany gak peduli. Malam ini dany akan habiskan bersama el. Pagi hari el mengerang, badannya terasa pegal. Ketika el membuka mata, el melotot melihat dany berada di sampingnya. El mengintip ke dalam selimut, mata el makin membulat sempurna. El mencoba mengingat kejadian semalam. Muka el memerah. Walaupun el mabuk, El masih bisa mengingat sedikit kejadian yang terjadi tadi malam. Dany terbangun karena ponselnya berdering. Sedangkan el pura-pura tidur lagi. "Nanti dany berangkat ke sekolah sendiri."ucap dany sambil berdiri memunguti pakaiannya dan memakainya. El mengintip dany yang sedang mengakat telfon sambil berpakaian. Jantung el berdetak kencang melihat body dany full naked. "Ihh jalang banget sih gue."batin el. El langsung memejamkan matanya lagi saat dany selesai mengangkat telfon. "Tante...."Dany mengusap pipi el lembut. "Hmmm."El hanya berdehem. "Bangun. Sudah siang?"ucap dany. Dengan malu-malu el membuka matanya. Dany sudah memunguti pakaiannya el dan memberikannya kepada el. El mengambilnya dan tidak berani menatap wajah dany langsung. "Gak perlu malu, ini bukan yang pertama kali untuk kita."ucap dany yang tau kalau el malu dengannya. "Gue juga tau, Tante udah bangun dari tadi dan melihat gue yang sedang berpakaian."sambung dany sambil tersenyum. "Apaan sih."pipi el sungguh mirip kepiting rebus. "Seluruh tubuh tante milik gue. Apa tante masih berfikir untuk jadi mamah gue?"tanya dany. "Semalam gue mabuk. Harusnya loe gak nyentuh gue."jawab el. "Tadinya gitu tapi sayang, gue gak bisa nolak tubuh tante. Rasanya sungguh nikmat. Gue ingin terus melakukannya lagi dan lagi. Tante ingat, semalam kita melakukannya tiga kali."terlihat jelas wajah cerah dany. El merutuki kebodohannya yang udah mabuk dan menyerahkan diri ke dany dengan senang hati. Dan el akan memaki mayang yang udah menyuruhnya minum dan lebih parahnya lagi menyuruh dany ke sana.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN