Seminggu kemudian, rumah sakit pusat kota Hokaido. Tiga hari sudah terlewat sejak Takeshi dipindahkan dari ruang perawatan penyakit dalam ke bagian ICU. Ini adalah pertama kalinya, aku melihat pria keras kepala itu terbaring tak berdaya. Puluhan alat terpasang, mengikis kekuatan yang sering terbaca meski ia tidak sedang bicara. Pria yang semula kuat, menyebalkan dan sok realistis, kini seakan siap menghadap kematiannya. Ya, kematian. Dokter telah bicara tentang segala kemungkinan yang bisa terjadi selama satu bulan ini. Selain ginjal, jantung Takeshi yang sejak kecil memang punya daya detak yang lemah, kini nyaris tidak berguna. Ia terluka parah hingga rusuk sampai tulang kakinya remuk dan patah. "Mu-chan, sampai kapan kau akan berdiri di situ?"tegur Arzhou muncul

