"Aku enggak bisa jamin itu terjadi. Tapi, akan aku sampaikan. Gak usah terlalu berharap. Kamu sadar enggak? Brian itu mati hidupnya Mbak Ambar. Kau udah mau bunuh anak itu dan sekarang mau ketemu ibunya. Masuk akal gak?" Bang Reno menggeleng-gelengkan kepala sambil menatap tajam ke arah Sapto. "Aku cinta berat sama Ambar. Aku akan kasih semua hartaku, asal dia mau bertemu denganku. Reno, help me, please!" "Ini benar-benar gila, Sapto. Aku gak bisa janji. Sekarang jalani saja proses kasus kamu," ucap Bang Reno lalu segera beranjak pergi meninggalkan ruang tahanan. Sapto yang sedang dalam sel tahanan memandang kepergian Bang Reno dengan perasaan hampa. Pria ini meneteskan air mata. ••••~•••• Langkah kaki Bang Reno sedikit berat dari pelataran parkir menuju ruang perawatan. Dalam otaknya

