Tawa Rafael bagi Ambar sebagai ungkapan kebahagiaan karena telah melewati begitu banyak cobaan. Namun, nyatanya bagi pria tampan ini adalah sebuah penyesalan karena tidak sempat menemui Bu Retno untuk ucapkan rasa terima kasih telah menjaga Ambar dan Brian untuknya. "Papa abis ketemu Nenek bareng Kakek? Kok enggak ajak-ajak Brian? Brian kangen sama Nenek. Papa jemput kita, ya?" Rafael yang mendengar pertanyaan Brian, membuat bayang-bayang kedua mayat wanita kembali berkelindan di kepalanya. Kabut berair menutupi mata Rafael. Seketika rasa sesak itu menghujam d**a. "Ya, Jagoan. Siap-siap Papa jemput." Rasa sesak mendera d**a Rafael. Napas pria itu tercekat dan jantungnya serasa berhenti berdetak. Seketika rasa nyeri di perut semakin terasa membuat Rafael meringis. Hanya satu yang pasti,

