Hari ini kebahagiaan telah menyelimuti mereka. Tiba-tiba terdengar bunyi ponsel Ambar berdering. Ambar dengan wajah masih menahan mual segera merogoh isi dalam tas, untuk mengambil ponsel. Tampak di layar tertera nomor pria misterius dan Ambar gegas menjawab panggilan telepon. “Selamat sore.” “Selamat sore, Sweety. Aku telah mengirimkan brownies kesukaan kamu. Semoga kamu bisa segera mengingatku,” ucap pria misterius dari seberang telepon dan Ambar segera memekik,”Bang Rafael ...!” Bu Retno yang mendengar pekikan Ambar pun seketika syok. Bagaimana mungkin, sosok menantu yang telah dimakamkan setahun silam bisa kembali hidup? Apakah seseorang yang mempunyai wajah mirip dan ada maksud tertentu? Banyak yang dipikirkan wanita separuh baya ini. Ambar seketika pingsan dan ponsel pun jatuh. Sa

