Hari bahagia mereka telah tiba. Acara yang telah diawali sejak pagi semakin meriah menjelang siang. Segala persiapan berat itu terbayarkan dengan manis. Elard bahagia sekali melihat Seira menikmati acaranya. Gadis yang kini telah menjadi istrinya itu memang tak betah duduk seharian di atas pelaminan, tapi dia betah berkeliling mengajak tamu mengobrol, sampai ikut bermain dengan anak-anak. Pemandangan sederhana itu membuat Elard bersyukur menambatkan hatinya pada Seira. Biarpun akhir-akhir ini Seira gemasnya minta ampun, tapi ada kalanya dia menonjolkan sisi hangat yang mengingatkan Elard alasan kenapa dia mencintai Seira. Tak lama, Elard juga meninggalkan pelaminan saat melihat Rain datang. Mantan saingannya ternyata memiliki hati yang lapang. Masih sakit hati, tapi tetap datang membe

