“Kamu udah makan?” tanya Tian dengan lembut. Hatinya lega dan terasa penuh. Kesalahpahamannya dengan sang istri telah berakhir dan ia merasa mereka selangkah lebih dekat. “Udah… Tapi aku… Belum kenyang. Kalau kamu?.” ucap Emma dengan perlahan mengangkat wajahnya setelah diam- diam menghirup aroma tubuh sang suami. Ada sedikit rasa malu karena tadi menangis dan memeluk Tian begitu eratnya. Akhir- akhir ini emosinya memang sering naik turun. “Mau aku masakin?” “Nggak… Aku hanya mau minum s**u lalu tidur. Lagian kamu pasti capek.” jawab Emma sambil tersipu. Jantungnya berdebar tak karuan. Berada dekat dengan Bastian sepertinya meningkatkan hormon Dopamin dan Oksitosin di dalam dirinya. Perasaannya yang tak karuan beberapa hari ini seolah sirna begitu saja. “Ya udah… Kamu istirahat aja. Ka

