“Ke mana semua orang?” Aku membuka pintu kamar, melongok ke lorong, tak satupun anak buahku berseliweran seperti biasanya. Kerongkonganku terasa begitu kering, mungkin semalam aku mendengkur keras ketika tidur. Jayen tidak menggangguku, membuat aku bisa tidur dengan nyenyak. Atau dia memang tidak tidur semalam? Ke mana dia? Pintu ruang makan yang menjadi satu dengan dapur tertutup. Bukannya sekarang jam sarapan? Kami mengikuti jam di Bumi untuk segala aktivitas biologis, karena waktu tidak berjalan seperti di Bumi selama perjalanan di luar angkasa. Dari balik kaca setinggi wajahku, aku bisa melihat ruang makan yang kosong melompong. Pintu kubuka dan aku tidak menghirup aroma apapun menguar dari dalamnya. Apakah sekarang masih malam? Jadi semua orang masih tidur dan aku beranggapan suda

