Arool memandangi Nerm yang terbangun dan sekarang berada dalam gendongan Cherry. Nerm semula menangis keras, namun kemudian terlelap lagi dalam gendongan Cherry. “Kau percaya padaku, Cherry?” tanya Arool. Mereka masih berada di dapur. Kata Eran, dapur adalah tempat yang aman, mereka tidak meletakkan penyadap di sini. “Kenapa?” “Karena Eran merekomendasi namamu. Dan sebuah tempat bernama Kaburu.” Arool mengangguk. “Dia tidak akan kembali ke Bumi.” Cherry menunduk dan merapatkan Nerm ke dadanya. Arool tahu, kalimatnya bukan kalimat penghibur bagi seorang wanita dan bayinya yang ditinggal bertugas oleh sang Suami. “Aku mengatakan ini berdasar apa yang sudah dipesankan padamu. Dia tidak akan menitipkanmu padamu, bila dia yakin akan kembali. Misi ini, bukan misi yang dikehendakinya.” Cherr

