Jayen hanya melirik ke setiap anggota team yang satu per satu masuk ke dalam pesawat. Aku dan Jayen memang mendahului masuk. Biasanya aku selalu terakhir naik pesawat karena Jayen masih menuntunku menaiki tangga pesawat. Aku tidak ingin membuat orang lain menunggu. Setelah kejadian “perampokan” pura-pura itu, aku dan Jayen mulai bersepakat untuk mengubah beberapa kebiasaan yang selama ini menjadi aturan tidak tertulis dalam tim ini. Tentu saja ini menjadi misi kami, untuk membaca gestur dan mimik setiap anggota tim. Ada tim di dalam tim, itu sungguh hal yang tidak kusukai. Semenjak mendapat pangkat Kapten, aku selalu menekankan pada anak buahku, bahwa kita adalah keluarga, di luar dan di dalam kesatuan. Tidak ada tim dalam tim, tidak ada misi dalam misi. Semua harus kompak dan bahu memb

