Kelebatan ingatan dari banyak manusia. Semua kini menjadi ingatanku, membebani pikiranku. Kesedihan, keputusasaan, kehilangan, kesakitan, ketakutan semua bercampur aduk dengan harapan, kebahagiaan, masa depan, kenangan dan lain sebagianya. Aku tidak bisa memilah-milahnya. Jadi kubiarkan saja semuanya melayang-layang, tanpa aku tahu apakah semua itu berguna atau tidak. Toh memikirkannya percuma saja, lebih baik aku memendamnya. Sampai sekarang aku tidak tahu kenapa Batu Phosperium itu berguna menghisap ingatan orang lain. Perihal dia menyembuhkan syaraf penglihatanku secara bertahap, aku bisa melogikanya. Sinar laser yang otomatis melesat tanpa bisa kukendalikan saat ada bahaya mengancam, kurasa itu bonus yang luar biasa. Tinggal soal ingatan ini yang aku belum bisa memahami. Ada satu

