41. Pulang

1095 Kata

Pagi ini terasa begitu berbeda di rumah sakit. Perawat memberitahu Cherry bahwa dia boleh pulang. Tanpa penjelasan apapun. Sebelum sarapan tiba, Cherry membereskan pakaiannya, dan memasukkan semuanya dalam koper.  “Kenapa?” tanyanya dalam hati. Padahal menurut perhitungan dokter, perkiraan dia melahirkan paling lambat sepuluh hari lagi. Kenapa dia malah diijinkan pulang, membuat dadanya bergemuruh senang karena bisa mempersiapkan kamar bayi buat Nerm. Meski rasa cemas merayapi hatinya. Apakah tak ada lagi kabar baik yang akan dia terima? Jenderal bertubuh gendut itu pun tidak menyambanginya tiga hari ini. Sebagaimana janjinya pada Eran, untuk menjamin keselamatan istrinya selama dia menjalankan misi dari kesatuan. “Apakah karena Eran, sudah tidak tercantum lagi di kesatuan? Tapi bukanka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN