Kelengahan Abim

894 Kata

“Kau semakin berani. Apa kamu tidak mikir aku lelaki dewasa?” tanya Abim membuat Gia langsung menegakkan duduknya.   “Memang kenapa kalau Abang lelaki dewasa? Apa aku hanya boleh mencium anak kecil saja?” melipat tangannya ke d**a dan mengerucut kan bibirnya.   “Kamu boleh mencium ku, hanya aku bukan yang lain.” Abim gemas, dia memeluk Gia dan tertawa kecil.   “Memang aku pernah mencium siapa? Sudahlah aku sudah tidak ingin lagi. Lepas bang,” ujar Gia   Gadis itu berusaha melepaskan diri dari pelukan sang suami. Dia tidak marah atau bagaimana, hanya malu karena sudah terlalu agresif. Ah, ingin rasanya Gia menenggelamkan diri jika saat itu dia melihat kubangan lumpur.   Abim melihatnya seperti anak kelincin yang tengah ketakutan karena melihat ada anak yang akan memainkan diriny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN