Malam itu Abim tidak bisa tidur karena gelisah, dia tidak bisa membayangkan bagaimana akan sangat menyiksa setelah kepulangan Gia. Gia memang pulang ke rumah dan tidur tepat di sampingnya, tapi gadis itu tidak berbalik menghadap dirinya. Sungguh canggung sekali suasana malam ini. Abim merasa kalau dia akan merasa sangat bersalah jika menyentuh Gia. Tapi jujur saja, rasa rindu yang menggebu membuatnya tidak bisa mengontrol gejolak dalam diri. Tapi, dia sekali lagi tidak berani berbuat apa-apa karena Gia baru saja kembali padanya. Tidak ada pilihan lain selain ke kamar mandi. Lama sekali Abim keluar dari kamar mandi, jujur saja, Gia masih belum tidur saat itu. Dia terbangun karena gerakan-gerakan yang di lakukan Abim. “Biar tau rasa, emang enak nahan begituan.” gerutu Gia yang m

