Jam setengah sepuluh Gia baru bangun, dia malu karena di rumahnya ada mertua menginap. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa selain mencari keberadaan suaminya. Karena dia di dalam kamar sendirian tanpa sang suami yang membuatnya kelelahan semalam. “Tolooonnnggg…. Abang di mana? Tega banget ninggalin Gia sendiri di kamar.” kata Gia sudah seperti mau menangis saja saat menghubungi suaminya melalui ponsel. “Maaf sayang, Abang di ruang kerja. Ya sudah Abang ke kamar sekarang,” bukan marah karena sudah mengganggu kerjaannya. Abim malah tersenyum membayangkan ekspresi Gia saat ini. Pasti menggemaskan. Abim langsung beranjak dari tempat duduknya, padahal dia masih melakukan meeting secara online. Karena masih menjelaskan apa yang terjadi di kantor, salah satu karyawan itu kaget karena

