Sosok yang ku kenal

1151 Kata

Selama satu minggu penuh Gia berada di dalam ruang isolasi. Menerima suntikan antibody sebanyak tiga kali sehari. Selama itu pula, Abim tidak menampakkan batang hidungnya.   Gia semakin kecewa, tidak semakin yakin jika dia bukan yang terbaik untuk Abim. Bukan sebaliknya, karena Gia selalu menempatkan diri sebagai orang yang memiliki kekurangan. Dari pada memilih untuk menyalahkan atau membuat alasan yang menurutnya memang tidak perlu.   Gia sadar diri, dia tidak ingin membuat diri semakin menyusahkan orang lain. Dengan terpaksa dia mengatakan akan melakukan semuanya sendiri di saat dokter membawanya ke ruang rawat inap biasa.   “Tidak menunggu siapa-siapa dok. Saya bisa melakukan sendiri.” katanya membuat dokter memandang iba pada dirinya.   “Baiklah kalau begitu, apa mau saya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN