Hati Gia berbunga-bunga, seperti salah satu baju yang di belinya. Percayalah, satu baju memang menarik hati Gia di luat toko. Tapi, baju-baju di dalam toko sungguh membuat Gia kalap. Abim hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat panjangnya struk belanjaan malam ini. Gia benar-benar memanfaatkan status dan dompet Abim dengan baik malam ini. Tidak ada salahnya sih sebenarnya, karena Gia memang istrinya yang sah. Tapi, baru hari ini Abim menyadari jika istri kecilnya bisa segila itu dalam berbelanja. Yang menarik perhatian Gia cuma satu. Inget, perhatian bukan satu-satunya yang di inginkan. Karena, pada saat dia masuk ke dalam toko yang hanya ada tiga orang, termasuk manager yang bertanggung jawab. Mata Gia seakan tidak berhenti meneliti ke hampir setiap sudut ruan

