Ponsel Nova berdering berkali-kali, dia Ibunya yang mencari anak gadisnya. Ini adalah kali pertama Nova tidak pulang ke rumah tanpa kabar. Nova sangat gugup awalnya saat melihat ibunya yang menelepon. “Umi, assalamualaikum.” ucap gugup Nova karena ketakutan. Umi. “…” “Iya Umi, Nova di rumah temen, habis ini….” “Brisik pagi-pagi.” Nova kaget mendengar siapa yang berbicara di sampingnya. Dia pikir akan bersama Dea atau Sisil teman yang diajaknya ke bar. Tapi? Umi Nova masih mengoceh dengan segala ucapan menasehati dengan segala macam makian. Tapi Nova sama sekali tidak mendengarkan karena masih belum sadar dengan apa yang di lakukan oleh keduanya. Ini tidak masuk akal dan lebih ke akal gila mana yang membuat dia bisa berada di ranjang yang sama dengan sang cassanov

