Rumah besar yang tampak ramai sebelumnya dengan canda tawa senda gurau dari keluarga bahagia. Kali ini terdengar hanya isak tangis yang memenuhi sudut ruang. Bahkan tak sekali terdengar raungan saat tangisan itu mengacu pada satu nama. Gina. Gendis Andaresta menangis histeris kala mendengar setiap cerita yang di reka ulang oleh Gia dan Abim. Bahkan Aditya sebagai suami pun mengatakan apa yang selama ini di sembunyikan olehnya. Dia berpikir, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengatakan yang sebenarnya. Tentang Gina yang meninggal karena tidak wajar dan tumbal yang selama ini ditutupi olehnya. Aditya tidak membalas setiap pukulan kekecewaan dari Gendis, dia tidak bisa memutar waktu. Gendis memang harus tau dengan hal ini, tidak, bukan selalu menjadi kata tidak

