“Sayangnya Abang, lagi apa?” tanya Abim saat ini sedang berada di kantor karena ada urusan mendadak. Dia menelepon Gia sesaat setelah urusannya selesai, dan berniat untuk menggodanya. “Abangnya Gia yang paling cantik, sudah mau pulang belum? Gia kangen banget.” jawab Gia tidak kalah di saat menggoda Abim. “Sudah, Abang juga kangen. Mau di bawain apa pulangnya?” tanya Abim tidak kalah genit. “Di bawain cinta dan kasih sayang, jangan lupa di bungkus kesetiaan dan di jepret sama ketampanan Abang yang tidak tersentuh wanita jalang.” sungguh romantis sekali ucapan Gia. Padahal di sana juga ada pengharapan dan juga ancaman. “Apa aku kurang setia, sayang?” Abim mungkin lupa dengan kejadian beberapa minggu yang lalu, tapi tidak dengan Gia. “Kesetiaan mu butuh di uji, Abang ku

