SELAMAT MEMBACA *** Dei sudah berdiri di depan pintu apartemen yang katanya milik suaminya itu sejak setengah jam yang lalu. Namun belum juga berani mengetuk ataupun masuk. Padahal papi mertuanya sudah mengatakan kode pintunya tadi. Berkali-kali Dei berusaha menenangkan dirinya, berusaha merangkai kata-kata untuk di ucapakan kepada suaminya nanti. Akhirnya Dei membanikan diri untuk menekan bel. Namun sudah berkali-kali dirinya menekan bel, pintu tidak juga terbuka. Tok...tok...tok... "Abang ..." akhirnya Dei memutuskan untuk mengetuk pintunya dan berteriak memanggil suaminya. Dia tidak peduli jika penuh unit lain akan terganggu dengan suaranya. "Abang buka pintunya Bang," teriak Dei lagi. Namun hingga lelah berterima dan menggedor pintu, pintu itu tak kunjung terbuka. Akhir

