“Apa yang mereka keluhkan?” Sang raja kembali bertanya. “Rakyat menganggap Pangeran Alcander tidak cocok menduduki posisi putra mahkota.” Di kursinya Alcander mengepalkan tangan, ingin membalas ucapan perdana menteri tapi dia cukup tahu diri untuk tak mengganggu jalan diskusi penting ini. Dia bukan Ane yang lolos dari hukuman karena gadis itu dianggap sebagai pendatang baru yang belum tahu betul tatakrama dan sopan santun di dalam istana. Alcander yang sejak lahir tinggal di istana ini tentunya tak ingin dicap sebagai orang tak tahu tatakrama. “Apa alasan mereka menganggap Pangeran Alcander tidak cocok menjadi putra mahkota?” Tanya raja untuk yang kesekian kalinya. “Karena Pangeran Alcander dianggap terlalu arogan dan sombong. Selain itu beliau juga tidak bertanggungjawab karena perg

