Ane masih berdiri mematung sambil menatap nanar pada dua sejoli yang masih berpelukan dengan mesra seolah dunia milik berdua dan orang lain hanya menumpang. Kedua tangan Ane terkepal erat. Inginan untuk maju ke depan lalu menarik Alcander agar pelukan mereka terlepas, jelas ada di benaknya. Begitu kuat keinginan itu hingga dia harus mati-matian menahannya agar tidak benar-benar dia lakukan. Sedangkan Alcander masih memeluk tunangannya dengan erat, mengutarakan semua perasaan rindu yang membuncah dalam hati karena sudah lama tak bertemu dengan Aniq. “Kau kemana saja selama ini, Alca? Aku bingung mencarimu. Semua orang tidak ada yang mengetahui kemana kau pergi.” Tanya Aniq, masih tak keberatan tubuhnya didekap dalam pelukan hangat Alcander. “Banyak hal yang terjadi. Ceritanya panjang

