My Dog, 27

3323 Kata

Hanya ada keheningan di dalam kamar itu karena dua orang yang berada di sana hanya diam membisu tanpa melakukan apa pun layaknya patung. Keduanya sibuk dengan pemikiran sendiri. Hingga si gadis yang sejak tadi menunduk, perlahan mengangkat kepalanya, lalu dengan gerakan perlahan memutar lehernya ke samping untuk menatap seseorang yang sejak tadi duduk di sampingnya dalam diam.  “Jadi, kau benar-benar seorang putra mahkota?”  Pertanyaan pertama yang muncul dari mulut Ane itu sukses membuat Alcander tersadar dari lamunannya. Dia pun mengernyitkan dahi, heran tentu saja karena pertanyaannya menyiratkan selama ini Ane tak mempercayai ceritanya. Padahal jelas-jelas dia pernah mengatakan bahwa dirinya memang seorang putra mahkota.  “Apa maksudnya pertanyaan itu? Jadi selama ini kau tidak perc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN