Jangan tanya perasaan Dina. Ia memang kacau tapi ia berusaha menenangkan diri. Sejak obrolan terakhir dengan Eza dan cara lelaki itu yang mencoba meyakinkannya akhirnya ia terima juga. Biar lah ia jalani dulu. Ia juga mengambil resiko dalam hal ini. Tidak mudah menerima Eza. Karena ketika ia telah menerima maka ia wajib mencintai lelaki itu setelahnya. Yang Dina ingat waktu itu adalah Eza menyadarkannya bahwa apa yang dilakukannya kurang tepat. Lelaki itu tidak bilang salah, ia hanya bilang kalau kurang tepat. Ia memang tak bisa melupakan tapi ia tak pernah berusaha untuk melepaskan diri dari bayangan Adit. Padahal Eza datang dan terang-terangan mengajaknya dalam hubungan yang serius. Coba saja kalau hal ini terjadi pada kalian. Keputusan apa yang akan kalian ambil ketika lelaki yang kal

