Tak Mungkin

1902 Kata

Keluarga Fadli sudah rapi pagi ini karena hendak mengantar Adit dan Kayla ke Bandara Soekarno-Hatta. Kayla akan kembali ke Kalimantan dan Adit ke Makassar. Tampang Fasha sudah lesu pagi itu. Ah, sebetulnya sejak semalam sih. Ia bahkan sulit tidur karena memikirkan apa yang akan terjadi hari ini. Ia akan kembali berpisah dari Adit. Tapi sepertinya, masih belum ada perubahan berarti dari Adit. Lelaki itu kadang tak begitu meresponnya. Kadang juga suka melamun. Kadang bahkan terdiam lama. Seperti ketika ia menyampaikan perasaannya kemarin. Ia ingin melihat Adit apakah lelaki itu akan meresponnya atau tidak dengan ia yang berbicara seperti itu terlebih dulu. Tapi ternyata? Adit hanya diam. Saat ia menegur Adit, lelaki itu agak terkejut. Haaah, lantas Fasha merasa percuma karena sudah mengataka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN