Terlambat

1052 Kata

"Astaga! Kenapa tidak ada mobil yang jalan?" Nana menggerutu panik di terminal. Ia yang terburu-buru ingin pulang, nyatanya harus kembali menunggu sebab sudah tiga puluh menit tapi tak ada satupun mobil yang datang. Padahal baru pukul tujuh, masih kurang beberapa jam lagi harusnya angkutan beroperasi. Tetapi entah apa yang terjadi malam ini. Langit cerah untuk ukuran jam tujuh malam. Tidak ada tanda-tanda hujan maupun badai. Namun anehnya angkutan sama sekali tidak ada yang terparkir di terminal. Dibuangnya napas dengan panjang oleh Nana. Kebingungan tiba-tiba menyergap. "Apa perlu minta jemput ayah?" gumamnya lirih, meminta pertimbangan pada diri sendiri. Gadis itu meraih ponsel dari dalam tas. Menggulirkannya ke bawah mencari nomor telepon seseorang. Akan tetapi ketika ia sudah mene

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN