Bab 31. Batas Interaksi

1023 Kata

Jasmine mengangkat kelopak matanya saat ciuman berakhir. Pandangan mereka saling bertaut, menahan tatapan sejenak. Tanpa sepatah kata pun terucap, Tuan Hawthorne hanya mengusap lembut pipi Jasmine sebelum melangkah pergi. Dalam kesunyian yang tercipta, denyut jantungnya melonjak. Jasmine berdiri membeku, tak mampu bergerak dari tempatnya. Beberapa saat kemudian, suara gemercik air dari arah kamar mandi memecah lamunan. Dia berjalan menuju sisi ranjang dengan hati berdebar. "Ayo pikirkan hal lain! M—misalnya, sarapan bersama Tuan Hawthorne, baju-baju mewah yang dia belikan, atau ...!" Ingatan Jasmine terhanyut kembali pada momen ciuman yang terasa manis itu, mengundang jemarinya menyentuh bibir, sambil tersenyum ... sebelum dia tersadar. "Me—mengapa rasanya seolah hanya ada dia satu-sat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN