Jantung Jasmine berdebar keras. Meski bukan pertama kalinya dia memakai kemeja Tuan Hawthorne, kegugupannya begitu nyata. Bahkan, dia tak berani menatap Tuan Hawthorne yang bersandar dengan mata tertutup. "Sudah selesai?" Jasmine mengangguk perlahan. "Hmm ...." Tuan Hawthorne membuka matanya, melepaskan tangannya yang saling berdekapan. Pandangannya mengarah pada Jasmine yang mengenakan kemeja marun. Potongan bawah kemeja itu menyingkap paha kanan, memperlihatkan kulit yang bercahaya. Dia menahan diri untuk tak menyentuh Jasmine, kemudian menghidupkan mesin mobil dan melanjutkan perjalanan. Jasmine melemparkan pandangan singkat ke arah Tuan Hawthorne, yang mengenakan kemeja hitam. Kemeja yang serupa dengan yang dikenakannya membuatnya penasaran, mengapa Tuan Hawthorne membawa dua keme

