Penahanan perasaan akhirnya membebaskan diri. Di kesunyian yang hanya dipecah oleh desiran angin, cinta mereka mekar, berpadu ciuman yang semakin intens. Dengan salah satu tangan Tuan Hawthorne masih menguasai di belakang kepala Jasmine, sedangkan tangan yang lain merangkul punggung. Lidah mereka saling membelit dengan erat, menyatu dalam gerakan lembut dan merangsang. Gairah pun terus meningkat, terutama Tuan Hawthorne yang sudah lama tak memuaskan naluri predatornya. Saat Tuan Hawthorne memindahkan ciuman dari bibir ke leher, Jasmine secara refleks menengadah, membuatnya lebih merasakan kehadiran tangan yang tetap menopang kepalanya. Dalam momen itu, Jasmine membuka mata, dihadapkan pada langit malam yang memukau. Rasa nikmat dari sentuhan gairah di lehernya membuat Jasmine menggigit

