10. Sepuluh

1116 Kata
Sesuai janji, Nastya akan mengajak Kashgar untuk melihat kontes anjing* dan kucing di taman kota. Di sana akan berkumpul pada pecinta hewan dari berbagai wilayah di Alaska. Juri yang datang juga tidak untuk bermain-main dalam menilai kondisi hewan yang ikut serta dalam kontes. Nastya terlihat sangat antusias mengajak Kashgar untuk melihat banyaknya jenis hewan yang ada di dalam kontes. Meskipun ia tidak ikut serta, tetapi banyak juga hewan lain yang menyaksikan di sana. Nastya menggunakan mobil lama milik sang ayah yang ada di garasi. Meski lama tidak berkendara, tetapi Nastya tidak lupa cara mengemudikan mobil itu. “Kashgar, masuk ke dalam!” ucap Nastya. Kashgar dengan segera masuk ke dalam mobil itu. Anjing* itu duduk di kursi depan, bersama Nastya yang juga di belakang kemudi. Mereka berangkat menuju ke acara itu, dan selama perjalanan tidak jarang Nastya bersenandung menirukan lirik lagu yang keluar dari radio. “Kashgar, jangan menggoda anjing* lain di sana! Kau mengerti?” “Aum.” “Baiklah, kita akan melihat banyak sekali jenis anjing* di sana. kau pasti akan suka berada di tengah mereka.” Jarak dari rumah menuju ke taman kota memang sedikit jauh,dan perbincangan itu membuat Nastya tidak menyadari jika sudah dekat dengan lokasi tujuan. Nastya perlahan mencari area parkir untuk mobilnya, ia mencari tempat yang mudah untuk dijangkau. “Baiklah! Kau sudah berjanji, jangan nakal, oke?” Mereka turun dari mobil, lalu berjalan menuju ke area kontes. Berkeliling bersama, hingga mereka berada di depan area kontes untuk kucing. Naluri Kashgar sebagai anjing* sangat kuat, ia pun menggonggong saat melihat ada kucing di hadapannya. “Kashgar! Kau sudah berjanji untuk tenang!” omel Nastya. Saat Nastya mencoba menenangkan Kashgar, ia bertemu dengan Alanis. Nastya terlihat terkejut, kenapa Alanis ada di sana saat petshop buka. “Alanis, kenapa kau ada di sini? Bukankah seharusnya kau berjaga di klinik?” tanya Nastya. “Uhm, iya … aku, aku –“ “Alanis!” panggil seseorang dari arah belakang Nastya. Seketika suara itu membuat Nastya menengok, dan di sana ia melihat Sam bersama Helga ,sahabatnya. Mereka tengah berada di depan meja untuk kucing milik Sam yang mengikuti kontes. Helga dan Sam terlihat terkejut saat mengetahui Nastya ada di sana. Nastya berjalan mendekati mereka, seperti tidak percaya dengan pertemuan tanpa disengaja itu. “Ada apa ini?” tanya Nastya. “Nastya … aku ,aku bisa menjelaskannya. Sam meminta bantuan untuk mendaftarkan kucingnya dalam kontes ini, lalu –“ “Cukup! Sudah waktunya dia tahu, Sayang.” Sam terlihat memeluk Helga dari samping. Nastya masih tidak mempercayai hal itu. ia mengedipkan mata beberapa kali, lalu mendengarkan penjelasan Sam yang sangat menyakitkan untuknya. “Maafkan aku, selama ini aku memiliki hubungan dengan kalian berdua. Tetapi, karena kita lebih dulu menjalin hubungan itu, tentu saja Helga yang menjadi ke dua memahami posisinya selama ini. Dan beberapa pekan terakhir ini … kau mulai tidak bisa menurut padaku, dan memilih anjing* itu daripada aku,” jelas Sam. “Berhenti! Baiklah, aku mengerti apa yang ingin kau katakana setelah ini. Oke, aku setuju, kita akhiri hubungan kita. Kau bisa bahagia bersama Helga, dan aku akan mengundurkan diri sebagai dokter di klinik milikmu, Sam. Aku sangat berterima kasih untuk semua yang sudah kau berikan padaku. Kau juga, Helga! Terima kasih karena sudah menjadi sahabat selama ini. Kau selalu baik padaku, bahkan kau juga baik pada pria ini. Maaf, aku harus segera pergi, aku tidak mau Kashgar menggigit seseorang di sini,” ujar Nastya. Wanita itu berbalik badan lalu berjalan kembali ke area parkir. Ia menyuruh Kashgar untuk masuk ke dalam mobil, dan mereka kembali ke rumah. Selama perjalanan, perasaan sakit yang sedang dirasakan Nastya begitu terasa menyayat. Ia bahkan tidak bisa mengeluarkan airmata karena rasa sakit yang begitu dalam. Sampai di rumah, Nastya masuk ke dalam kamar, dan meninggalkan Kashgar di depan. Nastya berteriak kesal, ia memecahkan beberapa bingkai foto dirinya bersama Sam. Tidak hanya itu, Nastya juga merusak semua barang yang Sam berikan. Brak Prang “b******k*!” umpat Nastya. Tubuhnya terlihat begitu lemas, ia terduduk di atas pecahan kaca, hingga tangannya terluka dan mengeluarkan darah. Di depan pintu kamar, terdengar suara Kashgar yang khawatir pada Nastya. Nastya mendengar suara kaki Kashgar yang mengetuk pintu beberapa kali. Sayang, wanita itu sedang tidak ingin diganggu untuk saat ini. *** Malam tiba dengan cepat, Nastya membuka pintu kamar. Kashgar bisa mencium aroma amis dari darah yang masih ke luar dari tangan Nastya. Sayang, Nastya tidak mempedulikan dirinya saat ini, dan justru ia mengambil sebotol wine untuk menemani malamnya. Kashgar duduk di dekat Nastya dan menemani wanita itu hingga habis satu botol wine. Nastya tergeletak begitu saja di atas lantai. Dengan mulut yang beraroma alcohol, dan tangan penuh luka dari pecahan kaca. Melihat hal itu, Kashgar mengubah wujudnya menjadi manusia. Ia meraih tubuh Nastya dan memindahkannya ke dalam kamar. Kashgar juga membersihkan kamar itu, agar saat Nastya terbangun keesokan harinya, pecahan kaca yang berserakan tidak akan melukainya lagi. Tidak hanya itu, Kashgar juga mengobati tangan Nastya. Membersihkannya dari pecahan kaca, dan membalut luka itu dengan perban. Setelah selesai, ia kembali akan kembali ke wujud anjing*, tetapi … tangan Nastya meraih tangannya. “Jangan pergi! Aku mohon, tetaplah di sini … siapapun kau, Tu-an.” Nastya memejamkan mata dan terlelap. Kashgar tersenyum lalu mencium kening Nastya. Ia berjalan ke luar dari kamar itu, dan menemui Seff yang sudah berdiri di depan rumah Nastya. “Ada apa?” tanya Kashgar. “Kondisi Wolfbend sedang kacau, kau harus segera kembali ke istana, Pangeran,” jelas Seff. “Apa kau sudah tahu bagaimana cara menghilangkan kutukan ini?” tanya Kashgar. “Black Flower.” “Tidak mungkin! Hanya ada satu orang yang memiliki tanaman itu dan –“ Kashgar menghentikan ucapannya. “Dan pemilik sebenarnya sudah tiada. Tetapi, ada satu orang lagi yang memilikinya, Raura,” ungkap Seff. Kashgar terlihat menghembuskan napasnya dengan kasar. Suatu hal yang sulit untuk bisa masuk ke wilayah Blackdale dengan kekuatannya saat ini. Kashgar meminta waktu satu minggu untuk mempersiapkan dirinya. Dan Seff pun meng-iyakan keinginan Pangeran serigala itu. Seff berjalan menjauhi rumah Nastya, dan menghilang di dalam kegelapan. Kashgar kembali berjalan masuk ke rumah Nastya. Ia kini sudah kembali ke dalam wujud anjing*. Kashgar memejamkan matanya, dan berharap akan mendapatkan suatu ide esok. Pagi ini … Nastya terbangun dan berjalan menyusuri rumah itu. Ia terlihat bingung saat ini, karena hal terakhir yang Nastya ingat adalah seluruh rumahnya sangat berantakan dan belum sempat ia benahi. “Kenapa bisa rapi dan bersih? Lalu … tanganku?” Nastya melirik ke arah Kashgar, anjing* itu masih tidur di bawah meja. “Kashgar, bangun!” Kashgar membuka satu matanya dan melihat pada Nastya. “Siapa yang masuk ke dalam rumah ini semalam? Apa kau melihatnya?” tanya Nastya. Kashgar hanya menggelengkan kepala, lalu kembali memejamkan mata.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN