Beruntung Nastya memiliki peralatan sendiri di rumah, sehingga ia bisa mengobati anjiing dengan ras Alaskan Malamute itu. Perlahan, Nastya membaringkan tubuh anjiing itu di atas meja polip. Ia memeriksa luka yang ada di kaki depan.
“Ini robek dan sepertinya ada keretakan tulang. Semoga saja tidak parah, aku akan mencoba mengobati dirimu tanpa harus ke klinik,” ujar Nastya.
Wanita itu dengan penuh perhatian melakukan pemeriksaan, dan juga perawatan pada anjiing bernama Kashgar. Kashgar adalah sosok anjiing dengan ras Alaskan Malamute, memiliki tubuh besar dengan tinggi 64 cm dan berat 39 kg. Jika biasanya anjiing dengan ras ini tidak memiliki mata biru seperti Siberian husky, maka kali ini berbeda. Kashgar memiliki mata biru yang indah, membuat Nastya bertanya-tanya tentang ras yang melekat pada tubuh anjiing itu.
Kashgar memiliki bulu tebal dengan lapisan mantel ganda. Mantel bulu bagian bawah memiliki lapisan lemak setebal 2 inci. Sementara, mantel luarnya lebih kasar dan memiliki tebal satu inci. Bulu tebal ini akan melindungi dari hawa dingin saat berada di cuaca ekstrem dan bersalju. Bulunya memiliki kombinasi warna hitam, putih dan abu-abu.
Anjiing yang terkenal ramah dan juga paling mudah membaur dengan anak-anak itu, kini tergeletak tidak berdaya di atas meja perawatan milik Nastya. Dan setelah mendapatkan pengobatan dari Nastya, Kashgar pun bisa memiliki tempat nyaman untuk berbaring, yaitu ranjang milik Nastya.
Ya … Nastya mengizinkan anjing itu untuk naik ke atas ranjang, dan menemaninya tidur. Karena malam semakin larut, Nastya memerlukan istirahat yang cukup untuk bekerja esok. Setelah membersihkan kamar medis, ia pun membersihkan dirinya sendiri.
“Kashgar … kenapa nama itu tidak asing bagiku?” gumam Nastya.
Wanita itu berjalan masuk ke dalam kamar mandi dan mulai melucuti satu persatu pakaiannya. Tangan Nastya keluar dari celah pintu untuk melempar pakaian kotor ke dalam keranjang yang ada di samping pintu kamar mandi. Melihat hal itu, membuat Kashgar menutup kedua mata dengan satu kaki yang normal.
Terdengar dari dalam kamar mandi, Nastya bersenandung dan gemericik air juga bisa didengar oleh Kashgar. Setelah cukup lima belas menit di dalam kamar mandi, Nastya ke luar dari sana hanya dengan mengenakan handuk yang melilit tubuh bagian daada hingga atas lutut.
Kembali bertingkah lucu … Kashgar menutup ke dua matanya sekali lagi, dan membuat Nastya tertawa.
“Kau malu? Seharusnya aku yang malu. Baiklah, aku akan mengenakan pakaian di dalam kamar mandi saja,” ujar Nastya sembari kembali masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah mengenakan pakaian lengkap, Nastya ke luar dan menyapa Kashgar yang masih belum tidur. Nastya naik ke atas ranjang, dan menutup tubuhnya dengan selimut tebal. Karena hari ini cuaca sangat dingin, Nastya menghidupkan penghangat ruangan.
“Selamat malam, Kashgar. Aku harus bekerja esok, kau juga harus tidur agar merasa lebih baik.”
***
Pagi pun datang dengan cepat, Nastya kembali terbangun dan memulai aktivitas barunya sebagai pemilik Kashgar. Nastya berjanji pada diri sendiri, jika bertemu dengan pemilik asli Kashgar, ia akan mengembalikan anjiing itu pada pemiliknya. Karena Nastya yakin Kashgar pasti tersesat saat itu di hutan.
“Kashgar, ini … makanlah … aku akan pergi bekerja, kau bisa menjaga rumah dengan baik bukan? Jangan nakal, dan jangan ke luar dari rumah ini.”
Kashgar mengangkat satu tangannya, seperti anjiing yang sudah terlatih. Nastya tahu arti dari gerakan tangan itu, ia pun tersenyum dan mengusap kepala Kashgar dengan gemas.
“Baiklah … aku harus pergi sekarang. Aku akan kembali tepat pukul empat hari ini, karena aku yakin … Sam tidak akan datang ke klinik hari ini.”
Wajah Nastya terlihat sedih, dan lagi-lagi Kashgar menyentuh tangan Nastya. Setelah itu, Nastya berjalan ke luar dari rumah menuju ke klinik.
Seperti hari-hari sebelumnya, Nastya memeriksa beberapa hewan yang sudah masuk dalam daftar pemeriksaan, dan juga hewan yang menjalani terapi. Bersama Alanis, Nastya bekerja sama. Kebetulan sekali, hari ini Helga tidak bisa datang karena harus menemani saudaranya untuk pergi ke luar kota. sedangkan Sam berdalih kembali ke rumah sakit karena ada pertemuan penting lagi di sana.
Nastya tidak keberatan sama sekali dengan posisi untuk memegang klinik hewan itu. meski terbilang cukup ramah, Nastya bisa menangani setiap pasien yang datang ke sana.
Kali ini, Nastya mendapatkan pasien seekor anjiing Alaskan lagi. Anjiing itu terkena kanker, sehingga harus melakukan pengecekan di sana. Karena Sam tidak ada di sana, Nastya memeriksa anjiing itu dengan santai dan tidak terburu-buru.
Sampai akhirnya ia menemukan penyakit kanker yang di derita anjing itu. dan Nastya merasa sangat menyesal karena jika anjiing itu tidak segera dioperasi, maka nyawa-nya tidak akan tertolong.
“Maaf, aku tidak memiliki biaya sebesar itu untuk biasa anjiing ini.”
Pemilik anjing itu bersedih, ia hanya bisa menangis saat melihat anjiing kesayangannya tergeletak tidak berdaya. Apalagi darah segar sudah mulai ke luar dari lubang hidungnya.
“Nyonya, kau bisa memeriksakan anjiing ini jika kau mau. Aku akan terus memantau kesehatannya, kau tidak perlu membayar untuk biaya itu.”
“Apa? Kenapa kau selalu baik padaku, Nona? Kau … aku … terima kasih,” ucap pemilik anjiing itu.
Setelah itu, sang pemilik meninggalkan anjiing itu di sana, dan Nastya menyuruh Alanis untuk meletakkan anjiing itu di dalam ruang inap khusus anjiing.
“Aku bisa merasakan kesedihan wanita itu, kasihan sekali.”
Nastya berjalan masuk ke dalam kantor, lalu memeriksa beberapa laporan. Saat itu, Sam menghubungi Nastya, dan meminta maaf atas tingkah lakunya kemarin. Nastya dengan lapang daada memaafkan kekasihnya.
“Sayang … apa kau sudah makan?” tanya Sam.
“Ya, aku akan segera makan setelah ini. Jangan khawatir, Sam.”
Nastya terlihat mengantuk karena tidur terlalu larut semalam, tanpa sadar ia menekan tanda merah pada panggilan itu, dan mulai merebahkan kepalanya di pinggiran sofa. Beruntung hari itu tidak ada pasien yang terlalu serius selain anjiing yang saat ini sedang terlelap di ruang inap.
Tanpa terasa, Nastya sudah tertidur di sana. Dan saat ia terbangun, Nastya terkejut karena jam menunjukkan pukul empat sore hari. Ia pun tersentak dan merapikan meja kerjanya dengan segera. Nastya menghampiri Alanis sebelum kembali ke rumah.
“Alanis, aku harus segera kembali. Apa kau tidak ada masalah jika aku tinggal seorang diri di sini?” tanya Nastya.
“Tidak, aku akan baik-baik saja, Nastya.”
“Baiklah, aku akan kembali ke rumah. Sampai bertemu lagi esok,” pamit Nastya.
Setelah itu, Nastya melambaikan tangan untuk mengucapkan selamat tinggal pada Alanis. Nastya berjalan kaki menuju rumah, dan kembali melewati pinggiran hutan pinus. Lolongan serigala kembali terdengar dan membuat Nastya takut. Ia pun segera berlari menuju ke rumah dan masuk dengan cepat.
“Kashgar, apa yang kau lakukan?”