"boss!" Kamerun menarik tangan Marcus hingga pria itu berhenti tepat didepan ruangannya. "Ada apa?" Kamerun mendengus kesal. "Sebenarnya apa yang boss inginkan?" Marcus mengherdikkan bahunya dan kini ia mulai memasukkan tangannya kedalam saku celananya,menyender dipintu dan tidak perduli dengan tatapan karyawan yang berlalu lalang. "Saya sudah katakan sama kamu! Saya rindu kamu!" Bisa tidak orang ini lenyap saja dari muka bumi? Heran gue! Ada ya orang kepala batu macam boss Kampret kayak gini. Dengus Kamerun dalam hati. Kamerun memijit keningnya,sungguh! Ia tidak tau lagi harus menghadapi Marcus seperti apa. "Boss! Bukannya boss memindahkan saya kemari demi kepentingan bersama? Lalu kenapa bisa pindah haluan seperti ini? Katanya mau menghindar la kok makin gencar memanfaatkan kea

