"pengecut!" Satu kata yang pastinya akan ia dengar setelah ini. Saat diriny bertemu kembali dengan Kamerun, gadis yang selalu ia sakiti lagi dan lagi. Marcus menyesal namun tidak ada gunanya jika wanita itu kembali terluka karena ulah pengecutnya. Adai saja bukan anak kandungnya mungkin Marcus tidak akan bertindak lelet seperti ini. "Tuan! Makanan anda!" Marcus tersenyum hambar lalu kembali melahap makanannya yang sama sekali tidai bisa menbangkitkan nafsu makannya. Oh astaga! Beginikah rasanya pria patah hati? Bahkan diusianya yang sudah terbilang sangat tua harusnya Marcus tidak bertindak sepengecut ini. Sungguh! Marcus menyesal. "Pagi dad!" Marcus hanya menatap sekilas Raja yang baru saja datang dengan wajah yang tersenyum ramah kepadanya. Namun Marcus masih tidak bisa memaafk

