"kemarilah!" Marcus menepuk sisi ranjang yang kosong tepat disampingnya tidur. Kamerun terlihat ragu untuk melangkah mendekati Marcus, sungguh! Bukan ini yang ia inginkan. Tidur seranjang? Meski Marcus bukan orang yang b******k baginya namun ia--- "Ada apa denganmu?" Marcus bangkit dari duduknya. "Apa kau takut jika aku menyentuhmu?" Kamerun masih terdiam, hanya anggukan dan gelengan kepala yang ia tunjukkan kepada Marcus. "Oh ayolah haney! Aku berjanji tidak akan menyentuhmu okey! Kemarilah. Tidak kah kau tau jika aku. Sangat-sangat merindukanmu." "Eng-- anu Kamerun la--" Kamerun memekik saat Marcus dengan sangat tiba-tiba menarik tangannya. "Tenang saja! Aku tidak akan melakukan yang tidak-tidak. Aku berjanji hanya tidur bersama. Tidak lebih." Jelas Marcus menjelaskan sambil

