31.

1130 Kata

Satria merenung dalam keheningan, di sisi lain dirinya ingin menenangkan diri dan berusaha untuk melupakan kejadian mengerikan pada malam itu. Tapi di sisi lainnya lagi, hatinya sangat sulit dan enggan untuk berjauhan dari seorang gadis yang sangat dicintainya. Malam ini adalah malam keberangkatannya, dan sore ini Satria tengah berkunjung pada adik manisnya. Adik yang sudah tidak bisa dirinya sentuh, adik yang tidak akan pernah bertatap muka lagi dengan dirinya. "Kalo kamu ada di sini, pasti kamu udah nyemangatin Kakak dan kalo kamu liat Kakak kesulitan, pasti kamu yang paling pertama nangis..." Ucap Satria seraya mengusap batu nisan dengan nama sang adik, Zia. Satria kembali terdiam, ingatannya kembali memutar setiap kenangan yang dirinya miliki bersama Zia. Senyumnya terukir dengan s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN