29.

1185 Kata

Seminggu sudah berlalu, semua rasa pahit kini mulai membaik meskipun tidak sebaik hari-hari sebelum hari itu. Hari dimana Satria tahu, tidak semua hal dapat ia genggam secara bersamaan. Tidak ada bahagia dan duka yang berjalan secara beriringan, ketika kita mendapatkan duka, maka bahagia sudah menanti di depan mata. Mau tidak mau, Satria harus yakin akan hal itu "Satria," panggil Al membuat Satria tersadar dari lamunannya. "Iya, Pah?" "Udah kebagian semua?" Satria mengangguk sebagai jawaban. Tujuh hari sudah rumah besar keluarga Bagaskara mengadakan pengajian, pengajian untuk mendoakan putri bungsu mereka yang sudah satu minggu lamanya pergi dan tak akan pernah kembali. Kepergian Zia membuat Meyra benar-benar terluka, begitupun dengan Al dan juga Satria. Kakak yang melihat secara lan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN