Dua puluh

1072 Kata

Pagi ini, mereka berkumpul di meja makan seperti biasa. Beragam hidangan lezat tersaji sebagai menu sarapan untuk ketiga manusia yang berada di meja makan tersebut. Rutinitas sarapan bersama seolah sudah menjadi sebuah tradisi yang wajib dilakukan. Dalam keadaan apa pun itu, mereka tidak boleh ada yang absen untuk mengisi perut di pagi hari. Sesungguhnya, Yasmin tidak ingin berada di sini. Apalagi ia masih merasa kesal dengan mereka bedua yang berada di sekitarnya itu. Tetapi apa boleh buat, keadaan yang memaksanya untuk duduk di sini. Ekor matanya mencuri-curi pandang pada Tamara dan juga Chandra, mereka berdua tampaknya begitu antusias menikmati sarapan di hadapan masing-masing. Ia menghela napas lalu kembali memusatkan atensi pada mangkuk berisi bubur. Ia yang memesan bubur ini, teta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN