Dua puluh delapan

1034 Kata

Sesampainya di rumah sakit, Yasmin langsung bertemu dengan Robin dan Amora di ruang tunggu. Keduanya terlihat tengah berbincang hangat di sana, diperhatikan secara saksama, wajah-wajah keduanya tampak lebih segar dibanding kemarin malam ketika mereka menyambangi rumahnya. Kedatangan Yasmin disambut dengan baik oleh sepasang suami istri tersebut. Keduanya pun mengizinkan Yasmin melihat keadaan Chandra yang masih terbaring di sana. Sebetulnya ia tidak sama sekali memiliki wacana datang ke rumah sakit, tetapi karena mereka ingin sekali membuat bayi dalam perut Yasmin bertemu ayahnya, maka dari itu mereka punya perintah demikian. "Masuk, Yas." Amora membukakan pintu untuk perempuan itu, Yasmin pun mengangguk lalu tersenyum singkat pada perempuan dengan rambut digelung ke atas. "Terima kasih,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN